Ayah,
sungguh aku rindu menatap wajahmu yang tenang, ayah..semalam, sekali lagi aku menghitung waktu-waktu pemergianmu ke sisiNya, ayah..
sungguh aku rindu padamu, ayah....tak ternilai rindu ini dengan kasihmu yang kusemadikan sepanjang hayatku, ayah..sudah 6 tahun berlalu ayah tapi rindu ini takkan pernah berbalas ayah..tiada satu atau dua..kau satu-satunya Ayah..bergenang mutiara-mutiara kasih ini ayah setiap kali mengenangkan mu , ayah.
Ayah,
ayah yang hebat..tiada insan lain sehebatmu ayah..sungguh aku rindu padamu , Ayah..
terkenang-kenang sejuknya tanganmu menyentuh dahiku ketika aku demam ayah..andainya kau masih ada ayah, akan aku bahagiakanmu sepertimana kau bahagiakan aku..ayah...
tapi sayang, kau tiada lagi disisiku , Ayah...sungguh pilu sungguh rindu aku padamu ayah..
Ayah,
aku terlalu menyanjungimu ayah...aku pelik kenapa ada insan sesabarmu ayah...aku hairan kenapa kau tak pernah marah, ayah...sungguh aku rindu pada setiap yang ada padamu, Ayah...
sungguh aku rindu...sungguh aku pilu..
Al-Fatihah....
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ
AminYarabbalalamin
Tuesday, December 5, 2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment